Artikel Sahabat
Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, mengusung putra sulung Amien Rais, Ahmad Hanafi Rais dengan alasan dia seorang ilmuan politik dan aktif di dunia politik. Begitupun yang terjadi pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai ini mengusung Wardatul Asriah yang merupakan istri ketua umum PPP Surya Darma Ali sebagai caleg dari dapil Jawa Timur. Fakta tersebut mencerminkan politik dinasti. Bahkan anggota komisi II DPR Nurul Arifin mengatakan politik dinasti terjadi hampir diseluruh parpol.
Hal ini sesuai dengan teori yang terdapat dalam buku karangan Yusraf Amir Piliang dunia yang dilipat menjelaskan bahwa siapa yang menguasai politik safari, menguasai massa (deteritorialisasi), dan menguasai media massa (hipe-realisasi) adalah kunci kekuasaan politik masa kini. Pernyataan ini terbukti dengan adanya artis yang berhasil menjadi wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar. Juga dengan populernya Abu Rizal Bakrie (ARB) melalui tv one, Surya Paloh melalui Metro tv dan Harry Tanoe Soedibjo melalui MNC. Inilah yang disebut dengan percepatan politik.
Bukan suatu hal yang buruk jika politik dinasti dilakukan, dengan catatan “berkualitas”. Masalahnya adalah kalau dari keluarga yang diusung tidak memiliki kualitas. Jika politik dinasti yang tidak berkualitas terjadi, maka ini pertanda kemunduran demokrasi. Dan nantinya akan meruntukan demokrasi saat ini.
Artikel ditulis oleh: Fadli Islami Nazar, Mahasiswa Siyasah/IV/A UIN SGD Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar