Artikel Sahabat
Jumat ,7 Februari 2014 LJPK kedatangan missionaris kapemasi; bang ferry Fauzan. Setelah isa para KAPEMASI duduk berkumpul bersama. Selain bang Ferry terdapat pula orang-orang berpengaruh lainnya yang ikut duduk berkumpul diantaraya, bang Iqbal (ketua KAPEMASI Bandung pusat), bang Irfan (ketua KAPEMASI komisariat Bandung timur, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Berawal dari bang ferry yang menginformasikan bahwa KAPEMASI telah melakukan kerja sama dengan pihak bank Danamon yang di perjuangan oleh bang Iqbal . Hal ini dilakukan sebagai wujud bakti KAPEMASI bagi para kader. Berlanjut pada pembahasan selanjutnya, yaitu tentang masalah pembatalan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada hari itu (Jumat ,7 Februari 2014) karena banyak yang datang terlambat (terutama panitia) dan beberapa faktor lain. Mengapa penulis menekankan pada bahasan tentang keterlambatan, karena inti dari pesan bang ferry adalah tepat waktu. “gak bakal pada bisa maju kalau gak bisa ngatur waktu bener-bener”, demikian kurang lebih pernyataan bang ferry ketika berpesan kepada adik-adik nya di KAPEMASI.
Begitu banyak motivasi yang diterima para kader KAPEMASI dari bang ferry. Selain berpesan pentingnya tepat waktu, beliau juga berpesan agar para kader terus loyal dan semangat di KAPEMASI. Seakan berharap pada generasinya agar menjadi generasi yang tangguh sesuai harapan, bang ferry menutup pembicaraannya dengan menyimpulkan pembicaraan sebelumnya yaitu : perbaiki menejemen waktu, tetap dan terus loyal untuk KAPEMASI dan terus semangat serta kuatkan tekad di KAPEMASI. Dan setelah itu bang ferry meninggalkan forum pembicaraan tanpa disadari dikarenakan yang lainnya tengah membahas hal serius yaitu, persiapan maulid yang tinggal satu hari lagi. Begitulah keberadaan missionaris KAPEMASI, datang bagaikan malaikat yang memberikan semangat baru bagi para kader KAPEMASI.
Tertundanya acara peringatan maulid nabi merupakan ujian bagi para panitia khususnya untuk mengukur sejauh mana loyalitas panitia kepada KAPEMASI. Hal ini sejalan dengan peryataan Plato yang mengatakan “kehidupan yang tidak teruji tidaklah patut dijalani”. Maksudnya, kita di haruskan melalui kehidupan yang sudah pasti terdapat ujian di dalamnya. Begitu juga penyataan Phillip dalam bukunya yang berjudul kamu harus tahu apa yang kamu mau mengatakan “jangan-jangan anda tidak pernah melihat matahari sehingga berkata betapa indahnya siang”, maksudnya adalah ternyata ada hikmah dibalik tertundanya acara peringatan maulid nabi yaitu mendapatkan motivasi dari missionaris; bang ferry. Semoga kita menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah mengevaluasi diri tentunya.
Artikel ditulis oleh: Fadli Islami Nazar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar